Proses Kerja di Kapal Pesiar (Susah-Susah Gampang)
Hi Sahabat AWers!
Jujurly, ini akan menjadi tulisan perdanaku yang notabene bukan seorang penulis, jadi mohon dimaklumi jika ada salah-salah kata atau tulisanku belum sempurna. Untuk disclimer, jadi tulisanku kali ini based on my experience ya jadi mungkin akan ada perbedaan dari satu perusahaan dengan perusahaan lainnya dalam proses seleksi crew di kapal pesir.Without further ado, let's check it out.
Pada Bulan Agustus 2017, aku dinyatakan lulus D3-Perhotelan di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Jember. Kala itu aku dapat informasi dari salah satu dosen di fakultasku tentang perekrutan crew di kapal pesiar. Sebenarnya sempat tidak percaya diri, namun karena mimpi ingin dapat bekerja dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia, jadi aku putuskan untuk maju. Kira-kira aku membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk belajar interview dan belajar materi-materi tentang departmen yang aku ambil, hingga pada akhirnya aku berani untuk datang ke Jakarta buat mengikuti selksinya. Ada beberapa tahapan yang aku lalui, menurutku cukup panjang dan akan menguras banyak waktu, tenaga dan pikiran. Berikut adalah tahapan-tahapan dari awal mendaftar hingga bisa kerja di kapal pesiar:
1. Walk-In Interview
Tahap paling awal adalah walk-in interview ya Sobat Awers. Kebetulan waktu itu ada walk-in interview di kantor pusat agency-nya di Jakarta, jadi mau tidak mau harus ke Jakarta. Waktu itu untuk tahapan interview ada beberapa tahapan. Berikut tahapan untuk interview-nya (based on my experience ya):
- Pengecekan Berkas (di sini akan ditanya sedikit tentang pengalam kerja dan pengalaman training ya (in english) jadi persiapkan jawabannya jauh-jauh hari agar waktu ditanya bisa menjawab dengan lancar. Jika memenuhi syarat maka akan lanjut ke tahap selanjutnya).
- Interview (kebetulan banget aku dulu di-interview sama kepala dari agency-nya langsung ya dan kebtulan beliau bule. FYI untuk interview kerja di kapal pesiar pasti menggunakan Bahasa Inggris. Alhamdulillah masih lolos ke tahap selanjutnya).
- Marlins Test (Setelah lolos interview, tahap selanjutnya adalah Marlins Test atau tes kemampuan Bahasa Inggris menggunakan computer based. Ada 4 subjek yang jadi penilaian yaitu listening, reading, grammar, dan number. Untuk nilai minimum setiap departemen berbeda-beda, jadi make sure untuk bertanya terlebih dahulu utuk nilai minimalnya. Sertidaknya agar aman harus mendapatkan nilai 75 untuk posisi Housekeeping, Waiter, Sailor & Waiper. Untuk posisi lain seperti Clerk, setidaknya mempunyai nilai di atas 80).
Setelah dinyatakan memenuhi nilai minimum Marlins Test maka sudah dinyatakan lolos menjadi calon crew kapal pesiar. Menurut cerita dari senior-senior harusnya ada Skill Test juga, namun dulu tidak ada jadi mungkin itu menjadi keberuntunganku hehehehe. Setelah dinyatakan lolos akan mendapatkan selembar kertas yang berisikan keterangan lolos seleksi, berikutnya akan ditanya jadwal untuk medical check-up. Lebih cepat lebih baik ya Sobat AWers, jadi dulu aku nambah stay 1 hari agar besoknya bisa medical check-up langsung.
2. Medical Check-Up
Ini adalah salah satu tahap yang bikin deg-deg-an ya, karena takut banget kalau ternyata punya penyakit yang kita tidak ketahui. Untuk medical check-up ini mencakup all body ya, THT, Gigi, Darah, Urin, Mata, Rontgen, Full Body Check (disuruh telanjang bulat (maaf), lalu dicek bagian-bagian vital tubuh). Untuk medical check-up ada biayanya ya dulu aku harus bayar sekitar Rp. 850.000,- (beda departemen beda harga, karena ada test tambahan lainnya). Jika ada masalah pada salah satu testnya dan harus melakukan cek ulang, maka kita harus membayar lagi sesuai dengan jenis tesnya (harus menyiapkan dana lebih untuk medical check-up). FYI, setahu saya hampir di semua perusahaan kapal pesiar akan mengganti biaya medical check-up tambahan ini ya, jadi jangan dibuang struck pembayarannya ya agar bisa diganti oleh perusahaan.
3. Melengkapi Dokumen
Setelah dinyatakan lolos seleksi wawancara dan melakukan medical check-up, selanjutnya aku melakukan proses pembuatan domkumen-dokumen yang belum aku lengkapi. Untuk menjadi pelaut dibutuhkan beberapa dokumen wajib yang harus dimiliki seperti: BST (Basic Safety Training), SAT (Security Awareness Training), Seaman's Book, Passport dan dokumen pendukung lainnya yang diminta perusahaan. Untuk dokumen kita biaya sendiri ya, jadi tidak dicover oleh perusahaan. Dulu ada program sponsor dari perusahaan untuk female crew tapi untuk saat ini saya kurang tahu seperi apa jadi untuk jaga-jaga harus menyiapkan dana untuk membuat dokumen-dokumen di atas setidaknya Rp. 2-3 Juta.
4. Apply Kelas
Kebetulan banget, perusahaan yang aku apply mewajibkan calon crew untuk mengambil kelas sesuai dengan departmen yang diambil. Untuk apply kelas membutuhkan dokumen-dokumen lengkap dan membayar kelas sebesar $500 (dapat dibayar 2x, saat sebelum kelas dan sesudah kembali dari kapal). Fasilitas yang didapat adalah student dormitory, makan 3x sehari, uang saku setiap hari sabtu dan minggu.
5. Proses Kelas
Menurutku proses kelas benar-benar membutuhkan mental yang kuat. Untuk lama proses kelas tergantung departemennya masing-masih ya, aku dulu sekitar 2 bulan. Mekanismenya seperti sekolah, ada naik kelas dan tinggal kelas. Untuk kelas akan dibagi menjadi 2 yaitu, English Class dan Skill Class. Jika belum memenuhi standar kompetensi saat di English Class maka tidak bisa lanjut ke Skill Class dan harus mengulang bersama batch berikutnya. Untuk kenaikan kelas ada TOIEC Test dan Exit Interview. Selain belajar, nanti kita akan diberikan duty tambahan sesuai departemen masing-masing, jadi harus benar-benar kuat mental. FYI, dalam pembelajaran menggunakan full English ya, baik dari proses pengajaran, modul sampai ujian/exam-nya juga menggunakan Bahasa Inggris.
6. Interview Visa
Ini ada proses akhir dari semua tahapan, dan kita tidak pernah tau hasil apa yang akan keluar (khusus US Visa paling susah). Untuk kapal pesiar yang beropasi ke Amerika maka wajib memiliki US Visa dan untuk mendapataka US Visa tergolong sangat susah. Saat interview dulu, aku ditanya tentang pekerjaan sebelumnya, pendidikan, apakah memiliki saudara atau teman di US. Aku sangat beruntung saat itu karena interviewer-ku adalah bule, namun saat memberikan pertanyaan menggunakan Bahasa Indonesia, jadi aku dapat menjawab dengan lancar. Saran dari aku, saat interview jawablah pertanyaan dengan jujur dan sesuai dengan apa yang teman-teman isi di form pendaftaran saat apply visa ya, kemudian persiapkan jawaban dalam Bahasa Inggris, karena kita tidak tahu akan ditanya menggunakan Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia.
Itulah tahapan proses yang aku lalui saat mendaftar menjadi crew kapal pesiar hingga akhirnya aku dapat bekerja di kapal pesiar. Semoga artikel yang masih penuh kekurangan ini sedikit membatu Sobat AWers dalam mendaftar untuk menjadi crew kapal pesiar. Untuk next artiket, aku bakalan kasih info tentang agen-agen kapal pesiar terpercaya di Indonesia.
Jika ada pertanyaan boleh banget DM ke IGku ya @thewibowoalif, nanti aku bakalan bantu jawab, atau sobat AWers mempunyai request artikel, boleh boleh banget nanti aku usahakan untuk aku buatkan.
Salam hangat (AW)

Comments
Post a Comment